SOSOK.CO.ID - Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Vina Qurrota Akyuningrum kini menjadi salah satu lulusan paling berkesan yang dimiliki kampus terbaik Asean sejauh ini.
Sarjana pendidikan bahasa Inggris lulusan Teknokrat itu memang punya reputasi gemilang ketika menjadi mahasiswa di kampus berjuluk Sang Juara itu.
Vina adalah penerima beasiswa (awardee) program UGRAD yang menghantarkan Alumnus SMAN Sukau Lampung Barat itu studi satu semester di University of Central Missouri, Amerika Serikat.
Setelah lulus, Vina juga menjadi salah satu wisudawan yang terbaik dan teladan.
Kini, Vina melanjutkan studi magisternya di Universitas Negeri Semarang atau lazim diakronimkan dengan Unnes.
Baru-baru ini, dirinya mengatakan, Unnes menjadi salah satu kampus top di Indonesia. Kampus ini juga mempunyai jurusan pendidikan yang jarang ada di Indonesia.
BACA JUGA: Remaja Atlet Skateboard Arisa Trew Sukses Jadi Peraih Medali Emas Termuda Olimpiade Paris 2024
”Selain itu, reputasi dan akreditasi kampus juga jadi alasan utama,” tutur Vina.
Menurut dia, kehidupan S2 di Unnes ternyata cukup mengejutkan. Tadinya, ia mengira S2 bakal dijalani dengan berat. Namun, semakin ke sini, Vina justru mendapatkan banyak kemudahan.
Ia bilang, lingkungan Unnes juga indah, teman-teman di sana juga asyik dan ramah.
”Saya juga punya banyak teman internasional dari berbagai negara. Relasi saya lebih luas karena bukan cuma sama rekan dari Indonesia tapi juga dari berbagai negara,” kata dia.
Ditanya target kuliah, Vina mengatakan, ia tidak ingin buru-buru kelar. Ia ingin menikmati masa-masa studi magister ini dengan baik.
”Tapi enggak tahu juga nih kalau malah cepat lulus, hahaha,” ujarnya.
BACA JUGA: Umur Bukan Batasan untuk Berkarya, Mbah Melan Aktif Mengajar Via TikTok Meski Usia Telah 78 Tahun
Bagi Vina, Semarang itu indah banget, terutama di kotanya. Vina berkesempatan untuk berkunjung ke beberapa tempat wisata di Semarang seperti Lawang Sewu, Kota Lama, Sam Pho Kong, New Celosia, dan museum-museum di sana.
”Saya belajar sejarah dan menikmati indahnya Kota Semarang,” katanya.
Selain bahasa Inggris yang sejauh ini ia kuasai dengan teramat baik, Vina juga tergerak untuk menguasai bahasa Spanyol dan Jepang.
Sebenarnya Vina sudah belajar dua bahasa ini sejak studi di Amerika Serikat swaktu student exchange lewat program Global UGRAD dan di Bali waktu pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) selama satu semester.
”Tapi itu masih dasar, saya ingin sampai tingkat mahir,” kata dia.