Profil Ciputra Lengkap dengan Kisah Membangun Kerajaan Properti Bermodal Rp 10 Juta dan Nyaris Bangkrut

Eza Ramadhan - Jumat, 26 Jul 2024 - 04:08 WIB
Profil Ciputra Lengkap dengan Kisah Membangun Kerajaan Properti Bermodal Rp 10 Juta dan Nyaris Bangkrut
Ciputra. - Foto Dok. Internet
Advertisements

Perusahaannya pun makin hari semakin berkibar.

Melalui PT Ciputra Development, Pengusaha dengan nama lain Tjie Tjin Hoan tersebut sukses membawa perusahaan lokal ke panggung bisnis global dengan nilai aset mencapai lebih dari Rp 30 triliun.

Tetapi, perjalanan bisnis Ciputra tak selamanya mulus lantaran pada 23 Juli 1996 setelah 30 tahun memegang kemudi perusahaan, Ciputra mundur dari PT Pembangunan Jaya, perusahaan yang dia dirikan pada 1961.

Pasca setahun pensiun, badai datang menghantam Pembangunan Jaya juga perusahaan-perusahaan lain milik Ciputra yang bernaung di bawah grup Metropolitan Development maupun grup Ciputra.

Padahal sebelumnya Grup Jaya banyak mengerjakan proyek-proyek besar yang sebagiannya dikerjakan dengan modal pinjaman dalam bentuk mata uang dolar ke bank asing.

Sewaktu itu, Ciputra optimistis dapat mengembalikan semua pinjaman.

Perhitungan dan keyakinan Ciputra meleset pasca memasuki tahun 1998 kekuatan rupiah cepat sekali lunglai di depan dolar Amerika Serikat.

Dari semula nilai satu dolar hanya berkisar Rp 2.000, lantas naik menjadi Rp 2.500. Bahkan kurang dari setahun, nilai tukar dolar melompat hingga lebih dari lima kali lipat.

Sontak, utang Grup Jaya seketika menggelembung dengan sangat besar hingga mencapai hampir US$ 100 juta.

"Kami sama sekali tak menduga," kata Ciputra mengutip dari biografinya, The Passion of My Life, yang ia luncurkan akhir November 2017 silam.

Ketika krisis ekonomi tahun 1998, Edmund Sutisna, saat itu Direktur Pembangunan Jaya, menuturkan, Ciputra berbagi tugas dengan manajemen Pembangunan Jaya dan Metropolitan.

Penyelesaian masalah di Pembangunan Jaya diserahkan pada direksi, begitu juga di Metropolitan.

Kendati demikian, perlahan tiga kelompok usaha Ciputra, yakni Pembangunan Jaya, Metropolitan, dan Grup Ciputra keluar dari krisis.

Guna menutup utang, Ciputra melepas saham pada sejumlah perusahaan, di antaranya di Bumi Serpong Damai (BSD).

Beberapa unit usaha seperti Bank Ciputra mau tak mau ditutup untuk selamanya.

Advertisements
Share:
Editor: Eza Ramadhan
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
Advertisements
© 2024 Sosok.co.id. All Right Reserved.